Analisis Kesenjangan Capaian Kognitif dan Afektif dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Authors

  • Salwanifa Balqis Sabari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Afrin Ammara Zahrah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Siti Chaerunnisah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Cut Berliana Hastriya Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i3.344

Keywords:

kesenjangan kognitif-afektif, hasil belajar IPS, Sekolah Dasar, penilaian autentik, pembelajaran terdiferensiasi

Abstract

Kesenjangan antara capaian afektif dan kognitif siswa merupakan persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian dalam evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, mendeskripsikan, dan menganalisis pola kesenjangan antara capaian afektif (sikap sosial) dan capaian kognitif (pemahaman konsep kenampakan alam dan kegiatan ekonomi) siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas IV A pada salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta Timur, dan sampel jenuh sebanyak 29 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif dan lembar observasi sikap berskala 1–4 untuk mengukur ranah afektif, kemudian dianalisis secara deskriptif dan korelasional menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai kognitif siswa sebesar 62,07 (rentang 35–85; SD = 14,55), sedangkan rerata nilai afektif sebesar 76,82 (rentang 62,5–97,5; SD = 7,88). Sebanyak 58,6% siswa berada di bawah kriteria ketuntasan minimal pada ranah kognitif, sementara 72,4% siswa mencapai kategori sikap baik hingga sangat baik. Koefisien korelasi antara kedua variabel tergolong lemah hingga sedang (r = 0,40), yang mengindikasikan bahwa sikap sosial yang positif tidak selalu diikuti oleh pemahaman konseptual yang optimal. Kesenjangan ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal berupa perbedaan kemampuan individu dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa metode dan media pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman kemampuan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penilaian autentik yang mengintegrasikan tiga ranah belajar serta penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.

References

Arsyad, A. (2014). Media pembelajaran (Edisi revisi). PT Raja Grafindo Persada.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman and Company.

Bloom, B. S., Engelhart, M. D., Furst, E. J., Hill, W. H., & Krathwohl, D. R. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals, handbook I: Cognitive domain. David McKay.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2010). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.

Emmer, E. T., & Evertson, C. M. (2013). Classroom management for middle and high school teachers (9th ed.). Pearson.

Hamalik, O. (2011). Proses belajar mengajar. PT Bumi Aksara.

Krathwohl, D. R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1964). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals, handbook II: Affective domain. David McKay.

Marinda, L. (2020). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan problematikanya pada anak usia sekolah dasar. An-Nisa': Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman, 13(1), 116–152. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i1.26

Nyroos, M., Korhonen, J., & Mononen, R. (2022). Editorial: Cognitive and affective factors in relations to learning. Frontiers in Psychology, 13, 1037332. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1037332

Rahmawati, D. N. (2024). Problematika menilai ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik pada mata pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka tingkat SD. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Sapriya. (2009). Pendidikan IPS: Konsep dan pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. PT Rajawali Pers.

Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Theory, research and practice (2nd ed.). Allyn and Bacon.

Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Kencana Prenada Media Group.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Yuda, E. K., & Rosmilawati, I. (2024). Literasi numerasi di sekolah dasar berdasarkan indikator PISA 2023: Systematic literature review. Journal of Instructional and Development Researches, 4(3), 172–191. https://doi.org/10.53621/jider.v4i3.326

Zhao, Y., & Sang, B. (2025). The effect of social–emotional learning programs on elementary and middle school students' academic achievement: A meta-analytic review. Behavioral Sciences, 15(11), 1527. https://doi.org/10.3390/bs15111527

Published

2026-07-18

How to Cite

Sabari, S. B., Zahrah, A. A., Chaerunnisah, S., & Hastriya, C. B. (2026). Analisis Kesenjangan Capaian Kognitif dan Afektif dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Dinamis : Jurnal Inovasi Dan Transformasi Pendidikan, 1(3), 893–902. https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i3.344

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.