Pemanfaatan Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Budaya Pemuda di Tengah Sikap Individualis dan Kesibukan Kerja
Studi Kasus: Desa Laut Dendang, Dusun I Kamboja, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang
DOI:
https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i2.134Keywords:
video edukasi, literasi budaya, pemuda desa, media digital, Laut DendangAbstract
Sikap individualis serta kesibukan kerja pemuda di Dusun I Kamboja, Desa Laud Dendang, men’ebabkan degradasi literasi budaya lokal. Penelitian Ini bertujuan menguji efektivitas video edukasi sebagai media alternatif untuk meningkatkan pemahaman budaya di tengah keterbatasan Interaksi sosial dan waktu luang pemuda. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan. Subjek adalah pemuda Dusun I Kamboja yang beraktivitas kerja tinggi, sehingga kurang aktif dalam kegiatan sosial- budaya masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif dalam meningkatkan pemahaman budaya pemuda Desa Laud Dendang yang memiliki keterbatasan waktu akibat kesibukan kerja. Video yang singkat, menarik, dan mudah diakses membantu pemuda memahami kembali nilai-nilai budaya lokal secara lebih fleksibel melalui media digital. Selain itu, penggunaan video edukasi turut mendorong munculnya komunikasi dan diskusi sederhana mengenai budaya lokal di kalangan pemuda meskipun interaksi sosial secara langsung masih terbatas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media digital, khususnya video edukasi, memiliki potensi dalam mendukung pelestarian budaya dan meningkatkan keterlibatan sosial pemuda desa. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di tengah pola kehidupan yang cenderung sibuk dan individualis.
References
Castells, Manuel. (2010). The Rise of the Network Society. Oxford: Wiley-Blackwell.
Huberman, A. Michael., & Miles, Matthew B.. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: Sage Publications.
Ogburn, William F.. (1964). On Culture and Social Change. Chicago: University of Chicago Press. Penguatan Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kemendikbud.
Parsons, Talcott. (1951). The Social System. New York: Free Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Moleong, Lexy J.. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, Rulli. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Arsyad, Azhar. (2019). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
UNESCO. (2022). Culture and Digital Transformation Report. Paris: UNESCO Publishing.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto, Soerjono. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Prastowo, Andi. (2020). Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar. Jakarta: Kencana. Munir. (2019). Pembelajaran Digital. Bandung: Alfabeta.
Universitas Negeri Medan. (2024). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Medan: UNIMED Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ibnu Hajar, Anifah, Chintya Aprella Nainggolan, Hegel Aganta Barus, Joyce Inori Siregar, Mario Timothy Napitupulu, Nurul Afifah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







