KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN DAN TEORI EVOLUSI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ILMI: STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB DAN BUKU KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI KARYA HARUN YAHYA

Authors

  • Muhammad Hotibul Umam Fakultas Ushuludin dan Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang
  • Muhammad Faris Al-Fajri Arifin Fakultas Ushuludin dan Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang
  • Attoriq Islami Pasha Fakultas Ushuludin dan Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang
  • Muhammad Sholahuddin Ali Fakultas Ushuludin dan Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang
  • Andi Rosa Fakultas Ushuludin dan Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang

DOI:

https://doi.org/10.67096/nurani.v1i2.257

Keywords:

tafsir ilmi, penciptaan manusia, teori evolusi, Al-Misbah, Harun Yahya, Nabi Adam, studi komparatif

Abstract

Perdebatan mengenai asal-usul manusia merupakan salah satu titik temu paling krusial antara wacana keagamaan dan ilmu pengetahuan modern. Kajian ini menelaah secara komparatif bagaimana konsep penciptaan manusia diartikulasikan dalam dua karya berpengaruh: Tafsir Al-Misbah oleh M. Quraish Shihab dan Runtuhnya Teori Evolusi oleh Harun Yahya. Dengan menggunakan kerangka tafsir ilmi sebagai pisau analisis, penelitian ini menelusuri bagaimana masing-masing penulis menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkenaan dengan penciptaan Nabi Adam, sekaligus merespons klaim-klaim ilmiah teori evolusi Darwin. Metode yang digunakan adalah analisis konten kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan komparatif. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa Quraish Shihab membangun argumen melalui dialog terbuka antara teks wahyu dan temuan sains, mengambil posisi yang berhati-hati tanpa tergesa-gesa menyimpulkan pertentangan. Sebaliknya, Harun Yahya menempatkan diri sebagai penolak total evolusi dengan pendekatan yang lebih apologetis dan polemis. Kedua penulis sama-sama memanfaatkan tradisi tafsir ilmi, namun bertolak dari premis epistemologis yang berbeda dan menghasilkan kesimpulan yang divergen. Artikel ini menyimpulkan bahwa dialog antara agama dan sains dalam konteks penciptaan manusia membutuhkan kerangka metodologis yang lebih integratif dan jujur secara ilmiah, bukan sekadar konfrontatif. Relevansi tafsir ilmi dalam menjawab polemik manusia pertama tetap signifikan, sepanjang ditopang oleh pemahaman sains yang memadai dan kematangan hermeneutika teks.

References

Azizah, N., & Fadhilah, R. (2021). Metodologi Tafsir Ilmi di Indonesia: Kajian atas Kecenderungan Interpretif Mufassir Kontemporer. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir, 6(2), 112–130. https://doi.org/10.15575/jsat.v6i2.1234

Bucaille, M. (1976). La Bible, le Coran et la Science. Seghers. [Edisi terjemahan Indonesia: Bibel, Quran, dan Sains Modern. Bulan Bintang, 1979]

Bulut, A. H. (2020). Harun Yahya and Islamic Creationism: A Sociological Analysis of Anti-Evolutionist Discourse in the Muslim World. Journal of Islamic Studies, 31(1), 45–73. https://doi.org/10.1093/jis/etaa001

Coyne, J. A. (2020). Why Evolution Is True (Updated Edition). Penguin Books.

Edis, T. (2022). Science and Religion in the Muslim World: Reconciliation or Confrontation? Zygon: Journal of Religion and Science, 57(3), 745–769. https://doi.org/10.1111/zygo.12761

Faiqoh, N. (2021). Corak Tafsir Adabi Ijtima'i dalam Al-Misbah: Telaah atas Metodologi Quraish Shihab dalam Menafsirkan Ayat-Ayat Sosial. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 4(1), 55–78. https://doi.org/10.32478/jiqu.v4i1.567

Gusmian, I. (2021). Perkembangan Tafsir Ilmi di Indonesia: Dari Konkordisme Menuju Dialog Kritis. Jurnal Hermeneutika, 15(1), 1–22. https://doi.org/10.24235/jurnalhermeneutika.v15i1.890

Guessoum, N. (2011). Islam's Quantum Question: Reconciling Muslim Tradition and Modern Science. I.B. Tauris.

Hanafi, H. (2023). Islam dan Sains: Antara Apologetika dan Integrasi Epistemologis. Jurnal Pemikiran Islam Kontemporer, 7(1), 33–54. https://doi.org/10.14421/jpik.2023.71.33

Harun Yahya. (2003). Runtuhnya Teori Evolusi (Terjemahan). Dzikra. [Judul asli: The Evolution Deceit, Global Publishing, Istanbul, 1997]

Hidayat, N. (2023). Embriologi dalam Al-Qur'an: Studi Komparatif antara Penafsiran Klasik dan Perspektif Sains Modern. Jurnal Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an, 8(2), 201–225. https://doi.org/10.21580/jtiq.v8i2.1122

Ibn Katsir, I. (w. 774 H). Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzim. Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.

Iqbal, M. (2020). Science and Islam (2nd ed.). Greenwood Press. https://doi.org/10.5040/9798400643330

Kurniawan, A. (2022). Epistemologi Harun Yahya dalam Merespons Teori Evolusi: Analisis Kritis atas Metode Argumentasi. Jurnal Kalam, 16(1), 89–114. https://doi.org/10.24042/klm.v16i1.1023

Mahmood, T. (2021). Islamic Creationism and the Politics of Scientific Knowledge in the Muslim World. Islam and Science, 19(1), 5–34. https://doi.org/10.32702/issc.2021.v19.1.5

Masyhuri, A. A. (2020). Al-Misbah sebagai Tafsir Kontekstual: Telaah atas Pendekatan Quraish Shihab dalam Mengintegrasikan Makna dan Konteks Kekinian. Jurnal Studi Islam, 21(2), 167–192. https://doi.org/10.28944/jsi.v21i2.334

Mustaqim, A. (2020). Metode Penelitian Al-Qur'an dan Tafsir (Edisi Revisi). Idea Press Yogyakarta.

Nasrullah, A. (2021). Konsep Penciptaan Manusia dalam Al-Qur'an: Perspektif Tafsir Komparatif. Jurnal Al-Tadabbur, 6(2), 78–103. https://doi.org/10.30868/at.v6i2.1567

Nasution, H. B. (2021). Agama dan Sains dalam Diskursus Islam Kontemporer: Tipologi Relasi dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam. Ta'dib: Journal of Islamic Education, 26(1), 45–62. https://doi.org/10.19109/td.v26i1.7892

Rahardjo, M. D. (2021). Tipologi Relasi Agama dan Sains dalam Konteks Pemikiran Islam: Dari Konflik ke Integrasi. Jurnal Ulumul Qur'an, 31(1), 1–28. https://doi.org/10.21632/juq.v31i1.234

Sardar, Z. (2020). Islam and Science: Beyond the Crisis of Modern Science. Kube Publishing.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Vols. 1–15). Lentera Hati.

Syamsuddin, S. (2022). Tafsir Ilmi: Antara Ijtimali dan Ihtiyati Dua Corak Penafsiran yang Saling Melengkapi. Journal of Qur'anic Studies, 24(1), 123–147. https://doi.org/10.3366/jqs.2022.0521

Wahyudi, D. (2022). Tafsir Ilmi dan Mukjizat Saintifik Al-Qur'an: Kritik atas Konkordisme dan Tawaran Alternatif Metodologis. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 9(1), 12–38. https://doi.org/10.18592/jiu.v9i1.5678

Yunus, M. A. (2020). Terminologi Penciptaan Manusia dalam Al-Qur'an: Kajian Semantik atas Kata Turab, Tin, Salsal, dan Hama' Masnum. Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 13(2), 188–212. https://doi.org/10.24252/absis.v13i2.2234

Published

2026-06-30

How to Cite

Muhammad Hotibul Umam, Muhammad Faris Al-Fajri Arifin, Attoriq Islami Pasha, Muhammad Sholahuddin Ali, & Andi Rosa. (2026). KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN DAN TEORI EVOLUSI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ILMI: STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB DAN BUKU KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI KARYA HARUN YAHYA. Nurani : Jurnal Studi Agama Dan Peradaban Spiritual, 1(2), 281–294. https://doi.org/10.67096/nurani.v1i2.257

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.