Dinamika Pendidikan pada Masa Kerajaan-Kerajaan Klasik di Jawa (Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, dan Banten)

Authors

  • Masna Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Bone
  • Indah Chairunnisa Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Bone
  • Idrus L Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Bone

DOI:

https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i2.88

Keywords:

Pendidikan Islam, Jawa, Kerajaan Islam, Rekonstruksi Pendidikan, Modernisasi, Digitalisasi, Kurikulum

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pendidikan Islam selama masa kerajaan-kerajaan klasik di Jawa, seperti Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, dan Banten. Studi ini dimotivasi oleh perubahan sosial dan ekonomi yang berkontribusi pada restrukturisasi lembaga pendidikan Islam, khususnya selama transisi dari sistem pesantren tradisional ke bentuk pembelajaran yang lebih terorganisir di dalam istana, masjid-masjid besar, dan lembaga-lembaga keagamaan di bawah naungan kerajaan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kerajaan-kerajaan Islam di Jawa berperan dalam proses pembaharuan pendidikan Islam. Fokusnya meliputi upaya untuk mengintegrasikan pengetahuan agama dan pengetahuan umum, pengembangan kurikulum, dan respons terhadap tantangan modernisasi, perkembangan teknologi, dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan pustaka, dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk merangkum dan menghubungkan temuan dari berbagai perspektif teoretis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan Jawa memainkan peran penting sebagai fasilitator dalam pengembangan pendidikan Islam. Pertama, kerajaan-kerajaan tersebut berperan sebagai pusat penyebaran Islam melalui lembaga keluarga kerajaan, jaringan pesantren (sekolah berasrama Islam) yang berafiliasi, dan masjid. Kedua, kerajaan-kerajaan tersebut berkontribusi pada rekonstruksi pengetahuan Islam dengan menggabungkan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan yang lebih modern melalui pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan aspek Islam dan ilmiah. Ketiga, dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, kerajaan-kerajaan (dalam konteks gagasan yang diteliti) menunjukkan upaya adaptif, seperti memperkuat integrasi pengetahuan agama dan sains, memanfaatkan teknologi dalam pendidikan, dan menyesuaikan kebijakan pendidikan agar selaras dengan kebijakan nasional. Lebih lanjut, terdapat perbedaan penekanan di berbagai sumber yang dianalisis. Beberapa menyoroti peran aktif kyai (ulama Islam) atau wali sebagai tokoh kunci dalam proses rekonstruksi keilmuan, sementara yang lain menekankan pengaruh kekuasaan kerajaan dalam menentukan arah reformasi pendidikan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam di Indonesia saat ini, khususnya dalam upaya menjaga keseimbangan antara tradisi lokal, identitas keagamaan, dan tuntutan kompetensi abad ke-21.

References

Arfan, A. A. (2022). Sistem Pemerintahan Pada Keraton Pajang 1546-1586 M. Jurnal Tamaddun Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 10(2). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v10i2.11554

Chawari, M. (2003). Beberapa Tinggalan Kepurbakalaan Islam Di Kawasan Yogyakarta Bagian Selatan: Kaitannya Dengan Kerajaan Mataram Islam. Berkala Arkeologi, 23(2), 87–100. https://doi.org/10.30883/jba.v23i2.879

Dhita, A. N., & Nofradatu, S. (2021). Jalan Menuju Kelahiran Kesultanan Palembang (1675). Estoria Journal of Social Science and Humanities, 2(1), 149–161. https://doi.org/10.30998/je.v2i1.598

Hafizd, J. Z. (2021). Sejarah Hukum Islam Di Indonesia: Dari Masa Kerajaan Islam Sampai Indonesia Modern. Jurnal Tamaddun Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 9(1). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v9i1.8087

Kharis, M. (2020). Islamisasi Jawa : Sayyid Ja’far Shadiq Dan Menara Kudus Sebagai Media Dakwahnya. Jurnal Indo-Islamika, 10(1), 1–14. https://doi.org/10.15408/idi.v10i1.17508

Munawar, Z. (2021). Tanah, Otoritas Politik, Dan Stabilitas Ekonomi Kerajaan Mataram Islam (1613-1645 M). Diakronika, 21(1), 1–13. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol21-iss1/163

Nurdyawati, T. T. (2022). Identititas Muslim Priangan Sebagai Landasan Promosi Global. Culture & Society Journal of Anthropological Research, 4(1), 10–18. https://doi.org/10.24036/csjar.v4i1.107

Nursyarief, A. (2014). PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH (Perspektif Kerajaan Islam). Lentera Pendidikan Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 17(2), 256–271. https://doi.org/10.24252/lp.2014v17n2a8

Purbaningrum, F. D., & Kusairi, L. (2023). Penghulu-Penghulu Keraton Bidang Agama, Hukum, Dan Pendidikan Di Kasunanan Dan Mangkunegaran Tahun 1936-1947. Historiography, 3(2), 249. https://doi.org/10.17977/um081v3i22023p249-261

Rosidin, D. N. (2017). Ulama Pasca Sunan Gunung Jati: Jaringan Intelektual Islam Cirebon Abad Ke-16 Sampai Dengan Abad Ke-18. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 1(2), 177–194. https://doi.org/10.21580/jsw.2017.1.2.1993

Rubaidi, R. (2021). Relasi Kuasa Ulama Sufi Dan Negara Dalam Kultur-Budaya Politik Indonesia. Al-Izzah Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 70. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.3143

Sungaidi, S. (2019). Dakwah: Priyayi Dan Santrinisasi. Dakwah Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 22(2), 123–136. https://doi.org/10.15408/dakwah.v22i2.12064

Published

2026-05-29

How to Cite

Masna, Indah Chairunnisa, & Idrus L. (2026). Dinamika Pendidikan pada Masa Kerajaan-Kerajaan Klasik di Jawa (Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, dan Banten). Dinamis : Jurnal Inovasi Dan Transformasi Pendidikan, 1(2), 183–189. https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i2.88

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)