DIGITALISASI PESANTREN DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN ABAD 21: PERAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA
DOI:
https://doi.org/10.67096/dinamis.v1i2.75Keywords:
Digitalisasi Pesantren, Transformasi Pendidikan Islam, Nahdlatul Ulama, Pendidikan Abad 21, Modernisasi PesantrenAbstract
Pesantren, lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam beradaptasi dengan digitalisasi besar-besaran abad ke-21. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika digitalisasi di pesantren, mengidentifikasi jenis transformasi pendidikan di dalamnya, dan mengevaluasi peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendorong dan mengawasi proses digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif dengan sumber data primer berupa dokumen resmi organisasi NU, laporan kebijakan pendidikan pesantren, dan literatur akademis yang relevan. Paradigma Miles dan Huberman untuk analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pesantren bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga transformasi komprehensif dalam kurikulum, pedagogi, tata kelola, dan jaringan sosial. NU berperan sebagai fasilitator utama, pengatur nilai, dan transformator melalui organisasi strukturalnya, seperti Institut Pendidikan Ma'arif NU dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), yang menjaga integrasi teknologi digital sekaligus mempertahankan identitas Islam dan Indonesia dari pesantren. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi di pesantren bergantung pada keseimbangan antara adaptasi teknologi dan pelestarian cita-cita Salafi, di mana Nahdlatul Ulama (NU) berperan sebagai jembatan antara keduanya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi para pembuat kebijakan, pengelola pesantren, dan organisasi keagamaan dalam mendukung modernisasi pendidikan Islam yang berkelanjutan.
References
(Pustekkom), P. T. I. dan K. P. (2021). Survei pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di lembaga pendidikan Islam. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
Anwar, M. K., & Sholeh, M. (2023). Comparative study of Islamic boarding school digitalization in Muslim-majority countries: Indonesia, Malaysia, and Egypt. Journal of Islamic Education Research, 4(1), 45–62. https://doi.org/10.21274/jier.2023.4.1.45-62
Aziz, A. (2019). Kiai leadership and technology adoption in Javanese pesantren: A qualitative study. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 211–232. https://doi.org/10.14421/jpi.2019.82.211-232
Berger, P. L. (1967). The sacred canopy: Elements of a sociological theory of religion. Doubleday.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kiai dan visinya mengenai masa depan Indonesia (Edisi revisi). LP3ES.
Feillard, A. (2011). NU vis-à-vis negara: Pencarian isi, bentuk dan makna. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 3(1), 1–28.
Hasanah, U., & Nugroho, A. (2022). Peran Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dalam mendorong digitalisasi pesantren di Indonesia. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 78–95. https://doi.org/10.21831/jmpi.v7i1.45123
Indonesia, K. A. R. (2022). Statistik pendidikan pesantren tahun 2022. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI.
Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren: Suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren. INIS.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Muhtarom, H. (2021). COVID-19 pandemic and accelerated digitalization of Islamic boarding schools in East Java: Between reactive adoption and strategic transformation. Indonesian Journal of Islamic Education Studies, 4(2), 101–120. https://doi.org/10.33367/ijies.v4i2.1672
Nurhayati, S. (2020). Transformasi epistemologi pesantren di era digital: Antara tradisi dan inovasi. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(3), 285–302. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.752
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Rohman, A. (2023). E-learning integration in salaf pesantren: Tension between sanad tradition and digital pedagogy. Journal of Islamic Studies and Culture, 11(1), 33–51. https://doi.org/10.15640/jisc.v11n1a4
Selwyn, N. (2011). Education and technology: Key issues and debates. Continuum International Publishing Group.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Wahid, A. (2010). Pergulatan negara, agama, dan kebudayaan (Edisi kedua). Desantara.
Wahid, A., & Muqoyyidin, A. W. (2021). Pesantren dan tantangan pandemi COVID-19: Resiliensi kelembagaan dan percepatan transformasi digital. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5(2), 145–163. https://doi.org/10.35316/jpii.v5i2.286
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Akbar Tanjung, Indriyani, Idrus L (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







